Kesenian Kentrung Solokuro
Bapak Khusairi bermain Kentrung Sumber : Dokumentasi Pribadi (2014)
Pertunjukan Kentrung bisanya dihelat dalam acara hajatan pernikahan, sunatan, salamatan dan syukuran. Sehingga kesenian ini begitu dekat dengan masyarakat. Dalam teori fungsi teater tradisional yang disampaikan Kasim Ahmad (2006), Kentrung sunan Drajat memenuhi fungsi teater tradisional yaitu :
1. Kentrung Sun an Drajad Sebagai Hiburan
2. Fungsi Kentrung Sunan Drajat sebagai Sarana Pendidikan, Komunikasi dan Kritik Sosial
3. Teater Tradisional sebagai Alat Ekspresi Seni
4. Kentrung sunan Drajat Sebagai Alat Dokumentasi Hidup
Ditinjau dari persebaran dari Kesenian Kentrung Sunan Drajat, prsebaran meliputi daerah Tuban, Lamongan, Gresik dan Surabaya. Promosi yang dilakukan yaitu getok tular yaitu dari mulut ke mulut. Pertunjukan yang di gelar di bebagai tempat menjadi media promosi mengenalkan kesenian ini kepada masyarakat yang belum mengenal kesenian ini dengan baik. Media lokal yang ada di Jawa Timur juga berperan dalam pendokumentasian kesenian Kentrung Sunan Drajat. Media telah sejak lama mendokumentasikan pertunjukan kentrung Sunan Drajat. Data diperoleh dari dokumentasi bapak Khusari yang diantaranya artikel di harian radar Bojonegoro edisi Selasa, 6 November 2001 “ Kesenian Desa yang Menembus Kampus”. Selain dimuat di koran Kesenian Kentrung Sunan Drajat pernah dimuat dalam majalah Cakrawala,dan yang terakhir dimuat dalam majalah Gerbang Desa pada tahun 2014.
Dewan kesenian Lamongan setiap tahun selalu mengundang pertunjukan Kentrung dalam acara Hari Jadi Kota Lamongan, yaitu satu tahun sekali. Kentrung juga pernah menjadi delegasi kebudayaan dari Lamongan yang diikut sertakan dalam lomba Kentrung Jawa Timur.
KESIMPULAN
Kesenian Kentrung Sunan Drajat sebagai pengatur keseimbangan sosial dimasyarakat yaitu karena Kentrung Sunan Drajat memiliki fungsi yang penting dalam masyarakat. Kontribusi kesenian ini sebagai penyeimbang sosial dalam masyarakat diantarannya adalah sebagai media penyampai nilai agama Islam dan budaya yang harus tetap ada dalam masyarakat Solokuro . Kesenian Kentrung sunan Drajat dapat bertahan di era transformasi di Desa Solokuro dipengaruhi masyarakat pendukungnya sebagai publik teater. Sebagai publik teater masyarakat Solokuro memiliki karakteristik yang mendukung kesenian Kentrung tetap hidup. Karakteristik masyarakat Solokuro dari segi agama didominasi oleh masyarakat Islam. Masyarakat Solokuro yang mayoritas beragama Islam sangat mendukung Kentrung Sunan Drajat untuk terus dihidupkan karena Kesenian Kentrung berisikan cerita sejarah Islam di pulau jawa dan ajaran Islam yang dianggap sangat penting oleh masyarakat. Kesenian Kentrung menjadi penting dihidupkan di desa Solokuro karena kesenian ini merupakan media dakwah yang sangat efektif. Sebagai media dakwah, kentrung dinilai efektif karena sesuai dengan kultur masyarakat setempat yang mayoritas adalah masyarakat etnis Jawa.
