Menanam Jahe Merah Hasilnya Menjanjikan
Lamongan – Banyak cara untuk membuka peluang usaha ditengah sulitnya
mencari pekerjaan seperti sekarang ini. Seperti yang dilakukan warga
Desa Tenggering Kecamatan Sambeng Lamongan yang melakukan terobosan
dengan menanam jahe merah.
Suwanto, salah seorang pembudidaya jahe merah mengatakan, menanam
jahe merah ini cukup mudah serta dinilai cukup menjanjikan sehingga
dapat menjadi usaha sebagai penopang perekonomian keluarga.
Sempitnya lahan, tanaman jenis rempah-rempah yang di tanam di
samping rumah ini menggunakan media polibek atau kantong platik bekas.
“Cara menanamnya juga tidak membutuhkan keahlian khusus, hanya
membutuhkan ketelatenan. Pada tahap awal, setelah disemai, biibit jahe
dimasukan ke dalam polibek berdiameter lima puluh centimeter dengan
media tanah biasa dicampur dengan skam,” terangnya.
Dalam menanam jahe merah ini, masing-masing polibek diisi empat bibit
jahe.kemudian polibek-polibek ini ditata berbaris agar lahan yang
sempet memuat banyak polibek.
Setelah itu dilakukan penyiraman dua kali dalam sehari, pagi dan sore. Namun saat musim penghujan tidak dilakukan penyiraman.
Suwanto menceritakan, dalam hitungan satu tahun, tanaman jahe merah
dalam polibek ini siap untuk dipanen dengan hasil sangat mengiurkan
karena satu kilo bibit dapat menghasikan 2 hingga 3 ton jahe merah siap
dijual yang saat ini 1 kilo jahe merah harganya mencapai Rp. 20 ribu
rupiah.
“Saat ini, hasil budidaya jahe merah warga desa Tenggiring untuk
sementara ini hanya melayani pelanggan dari Pasuruan. Pada tahun depan
diharapkan pemerintah membantu pemarasanya, lantaran budidaya ini
akan ditularkan ke warga lain di sekiitar Desa Tenggiring untuk
peningkatan perekonimian warga pedesaan,”katanya.(ad)
sumber :kabarlamongan.com
